JIMM-Talk #1: Quo Vadis Muhammadiyah Hari Ini

JIMM-Talk #1: Quo Vadis Muhammadiyah Hari Ini

Bantul–Rangkaian acara Muktamar Pemikiran Islam Kaum Muda Muhammadiyah  secara resmi dimulai, salah satunya adalah JIMM-Talk #1, pada Jumat (22/12/2023). Kegiatan ini mengusung tema “Quo Vadis Muhammadiyah Hari ini”.

Agenda ini berbentuk dialog dengan mengundang dua narasumber, yaitu Dewan Pertimbangan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Siti Ruhaini Dzuhayatin dan Direktur Syafi’i Ma’arif School Zuly Qodir.

Ruhaini menjelaskan, bahwa Muhammadiyah seharusnya memandang politik secara fungsional, bukan ideologis.

“Dewasa ini, masih banyak di lingkungan Muhammadiyah yang terbelenggu “Masyumi Syndrom”, di mana politik hanya dipandang secara ideologis, padahal politik harus berlandaskan secara fungsional. Dengan memandang politik secara fungsional, cita-cita dan tujuan Muhammadiyah akan lebih mudah terwujudkan melalui politik” tambahnya,” ujarnya.

Kemudian, Zuly mengatakan, bahwa terjadi diskontinuitas di dalam tubuh Muhammadiyah. Hal tersebut didasarkannya atas ketidaterpilihnya beberapa tokoh yang secara kapabilitas intelektual mumpuni namun harus tergeser oleh tokoh yang mempunyai jabatan politik atau privilege tertentu. 

“Kemunculan pion baru baru baik yang memiliki jabatan maupun followers ini telah menenggelamkan pion-pion asli Muhammadiyah yang sudah berkiprah di Muhammadiyah mulai dari akar rumput,” katanya.

Selain itu, Zuly juga menerangkan, bahwa seharusnya intelektual muda Muhammadiyah selain mengkritisi “luar”, tapi juga dalam Muhammadiyah sendiri.

‘Kritikyang disuarakan ke luar harus juga disuarakan juga ke dalam, jangan sampai isu yang kita kritisi untuk pemerintah malah terjadi di tubuh Muhammadiyah. Maka, tugas kalian yang muda-muda adalah menuntaskan isu ini,” pungkasnya.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Call for Paper

Muktamar Pemikiran Islam Kaum Muda