Dari Banjarmasin Naik Kapal ke Muktamar

Yogyakarta– Ada kisah yang cukup diapresiasi yang dilakukan oleh tiap peserta Muktamar Pemikiran Islam Kaum Muda yang besok (24/12) memasuki hari terakhir. Termasuk yang dilakukan Muhammad Fariz Revaldi Mahasiswa UIN Banjarmasin.

Sebagai peserta yang berasal dari luar Jawa, Fariz tak kurang semangat untuk bergabung dengan rekan-rekannya yang lain untuk datang menuju arena Muktamar. Fariz berangkat menggunakan kapal laut. Perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar 23 jam.

Fariz tiba melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sekitar pukul 02.00 WIB malam. Dia berangkat ke Jogja setelah singgah sebentar di rumah sesama peserta muktamar dari Surabaya ke Yogjakarta dengan Kereta Api dari Stasiun Gubeng. Perjalanan sekitar 5 jam, kemudian mereka pun tiba tepat waktu di arena muktamar.

“Dari pembukaan muktamar ini, cerita menarik adalah jaringan intelektual muda Muhammadiyah yang dulu dikenal sebagai “ingkar” dari Muhammadiyah, dini hari menjadi orang-orang berpengaruh. Mulai dari pimpinan pusat hingga pimpinan kampus, dikomandoi oleh mereka. Hal ini dapat diraih dengan mental tak mudah menyerah, memperjuangkan kemanusiaan, dan intelektualitas yang terbuka.” Ujar Fariz dengan semangat.

Semangat muda yang menginspirasi dan wajib dipupuk sebagai bekal menjadi intelektual muda, bekal ini yang kelak akan berguna bagi persyarikatan dan juga mendorong kepentingan yang lebih luas, saat berbicara dengan kemanusiaan dan keadilan. (IAR)

Add a Comment

Your email address will not be published.

Call for Paper

Muktamar Pemikiran Islam Kaum Muda